Translate

12/05/2014

Penuntun Kaum Buruh (Semaoen 1920 )


PENGANTAR PENULIS

Dengan ini saya mengaturkan cerita hal serikat buruh pada saudara-saudara kaum Buruh Hindia (terkarang sebelum nama Indone­sia menjelma).

Bukan maksud kita mencerita­kan hal ini dengan ilmiah, tetapi saja sengaja me­ngarang secara gampang, supaya semua kaum Buruh mengerti de­ngan segera apa maksudnya buku ini.

Terutama buat propaganda, dan buat kaum Buruh yang belum punya kumpulan serikat buruh atau serikat buruhnya belum teratur beres, maka buku ini akan mendatangkan faedahnya kalau dipikir dan diusahakan betul oleh kaum Buruh.

Meskipun ini buku penting buat kaum Buruh. Buruh khusus yang terutama, tetapi juga kaum Buruh Pemerintah bisa menarik faedah dari sini, karena mereka punya nasib dan keadaan sama saja dengan sauda­ra-saudaranya buruh khusus.

Moga-mogalah buku ini menja­di penuntun bagi kaum Buruh Hindia (Indonesia).

Semarang, Mei 1920

SEMAOEN


DAFTAR ISI

BAB I: Penyebab Di Indonesia Ada Perkumpulan

BAB II: Tiga Macam Perkumpulan Penting

BAB III: Tiga Maksud Didirikannya Serikat Buruh

BABI IV: Cita-Cita atau Asas Serikat Buruh

BAB V: Ikhtiar, Alat, dan Senjata Serikat Buruh

BAB VI: Badan atau Bentuk Serikat Buruh (Organisasi)

BAB VII: Politik Yang Berfaedah Bagi Serikat Buruh

BAB VIII: Modal Pergerakan (Contributie) dan Pengurusan Buku-Buku Perkumpulan (Administratie)

BAB IX: Pengawasan Di Dalam Perkumpulan

BAB X: Propaganda dan Para Pengurus Yang Terlantar

9/24/2013

TERKENANG SAMBUTAN KEMERDEKAAN 1957 DI REJIMEN KE-10

Terkenang Sambutan Kemerdekaan 1957 

Dalam Pasukan Rejimen Ke-10 Perasaan Pejuang Merdeka Terhadap Merdeka yang Dibolot UMNO


** Afandi **


Kawan Afandi

Menjelang hari ulang tahun ke-56 Hari Kemerdekaan, ada dua perkara membuat saya terkenang akan nostalgik yang masih segar dalam ingatan.

Perkara pertama, saya dengan amat besar hati menghadiri forum anjuran Angkatan Pembebasan Bangsa Malaysia yang bertajuk Merdeka 100% —— Sejarah Merdeka Digelapkan, kemudian menghadiri Jambori Anak Muda Radikal yang juga berkaitan dengan kemerdekaan. Ini suatu tanda golongan anak muda insaf akan nasib bangsa dan negara dan bercita-cita berjuang untuk membawa negara ke arah tanpa dasar perkauman dan semua bangsa/kaum hidup dalam keadaan harmoni dan bersatupadu yang menjadi batus asas memakmurkan dan memperkasakan negara. Ratusan hadirin bersorak dan bertepuk gemuruh tanda bersetuju dengan rumusan bahawa merdeka diperolehnya itu setengah masak, bukan merdeka 100%, dan sejarah digelapkan kerana UMNO membohong dengan mendakwa merdeka diperolehnyan melalui rundingan aman dengan penjajah, dan
menafikan jasa pihak-pihak yang mempelopori perjuangan kemerdekaan seperti PKM, PKMM, API, AWAS, BATAS, Hizbul Muslimin dan sebagainya. Dan bagaimana pun dalam Perundingan Damai di Puket, Ketua perwakilan kerajaan Datuk Rahim Nor telah membaca kenyataan kerajaan bahawa “Kerajaan tidak menafikan atau memertikaikan pernan PKM dalam kemerdekaan”. Fakta sejarah membuktikan setelah perang anti-British yang dipimpin PKM berlangsung rancak, ketika itu ramai ahli PKMM masuk UMNO dengan tujuan mendorong parti yang hanya melaung slogan Hidup Melayu tetapi tak mahu gunapakai nama Pekembar hanya mahu nama dalam bahasa Inggeris United Malays National Organisation itu supaya mahu merdeka, barulah UMNO ikut di belakang.

8/25/2013

"KARL MARX" dan "PIDATO DI MAKAM KARL MARX" - Frederick Engels

PERKENALAN

     Karya cemerlang Engels berjudul "KARL MARX" dan "PIDATO DI MAKAM KARL MARX" dalam bahasa Melayu pertama kali diterbitkan dalam daerah Gerilya oleh Pejabat Pembebasan pada 5 Mei 1978 sempena memperingati ulang-tahun ke 160 hari jadi Guru-Agung Karl Marx.

      Kedua-dua karya ini diterbitkan semula oleh Pejabat Kebenaran sempena memperingati ulang-tahun ke 100 wafatnya Karl Marx yang jatuh pada 14 Mac 1983. Dalam edisi baru ini, penterjemah membuat sedikit pembetulan keatas terjemahan setengah-tengah nama yang terdapat dalam edisi pertama dulu.

Penterjemah,
14 Mac 1983

8/21/2013

SOAL - JAWAB - TENTANG KARL MARX*


Kursus Kedua
SEKOLAH PARTI
REJIMEN KE-10 TAHUN 1983
Diterbitkan Oleh
PEJABAT KEBENARAN
1 April 1983

PERKENALAN
Kursus kedua Sekolah Parti Rejimen Ke-10 Tahun 1983 telah memulakan pada 16 Mac. Kursus kali ini khusus mempelajari dua buah karya, Frederick Engels yang memperkenalkan Marx iaitu "KARL MARX" dan "PIDATO DI MAKAM KARL MARX". Ini adalah sebagai menyahut seruan Badan Pimpinan DCCUM yang menganjurkan berbagai kesatuan dan unit mengadakan majlis peringatan dan aktiviti mempelajari dua buah karya tersebut sempena memperingati ulang-tahun ke 100 wafatnya guru agung Karl Marx yang jatuh pada 14 Mac tahun ini.
Untuk membantu Kawan-Kawan mempelajari kursus ini dengan lebih baik serta mengulang-kaji dan membuat persiapan bagi mengambil ujian, di sini diterbitkan SOAL-JAWAB berdasarkan kursus tersebut. Di samping mempelajari bahan-bahan dalam SOAL.-JAWAB ini, harap Kawan-Kawan membaca dengan sungguh-sungguh kedua-dua buah karya Engels tadi.
Jabatan Politik
Rejimen ke-10
Tentera Rakyat Malaya
31 Mac 1983

MEMPELAJARI KARYA ENGELS “KARL MARX” DAN “PIDATO DI MAKAM KARL MARX”

8/20/2013

AJARAN DARI MARX* - Lenin - 1914


       Marxism adalah system pandangan dan ajaran dari Marx. Marx adalah penerus dan perespon yang jenius (berbakat) bagi ketiga-ketiga macham aliran fikiran utama dari tiga buah negeri yang termaju didalam umat manusia abad ke-19. Ketiga-ketiga macham aliran fikiran ini adalah filasafah klasik dari German, ilmu ekonomi politikal klasik dari British dan socialism Franchis yang bersambong dengan ajaran Revolusioner yang umomnya dari Franchis. Pandangan dari Marx adalah amat sangat tegas lagi ketat dan lengkap, ini juga diakui oleh seteru Marx, pandangan-pandangan ini disimpulkan selurohnya lalu terbentok menjadi Materialism modern dan socialism saintifik modern, menjadi teori dan program bagi gerakan Buroh berbagai-bagai negeri tamaddun didunia. Sebab itu, pada sebelum kita mencheramahkan isi kandongan utama dari Marxism yaani ajaran ekonomi dari Marx, misti dicheramahkan terlebeh dulu sechara rengkas keseluroh pandangan dunia dari Marx. 

8/18/2013

MERDEKA 100% - Dipetik dari buku "Politik" - Tan Malaka - 24 November 1945


SI TOKE : Apa yang dimaksudkan dengan Merdeka 100%? Buat saya Merdeka itu tak ada batasnya.
SI GODAM : MERDEKA itu memang selalu ada batasnya. Batasnya itu pertama terhadap ke dalam. Kedua terhadap keluar.
SI TOKE : Apa artinya?
SI GODAM : Terhadap ke dalam! Bukankah tiap-tiap orang dalam negara Merdeka itu mesti menghargai Kemerdekaan tiap-tiap warga lain? Jadi tiada boleh berbuat sekehendak hatinya saja terhadap warga sejawatnya. Di sinilah terletak batasnya.
SI PACUL : Kalau begitu terhadap keluar: tiap-tiap negara Merdeka mesti pula mengakui Kemerdekaan tiap-tiap Negara Merdeka yang lain, besar atau kecil. Berapa pun kuatnya satu negara Merdeka tidaklah dia bisa berbuat sekehendak hatinya saja terhadap negara lain. Dengan begitu maka Kemerdekaan satu negara terletak pula pada Kemerdekaan negara lain, jadi arti luasnya pada suasana Kemerdekaan umumnya.
SI GODAM : Tepat, Cul! Kalau suasana Kemerdekaan itu dalam arti umum terganggu, maka lambat laun akan hilang Kemerdekaan tiap-tiap negara. Lihatlah contoh di sekitar kita dan dalam sejarah dunia! Berapapun kuat satu Negara Merdeka, yang memperkosa Kemerdekaan negara lain akhirnya ia jatuh juga!
SI TOKE : Kalau satu negara Merdeka mesti menghargai Kemerdekaan negara lain pula tentu satu warga negara Merdeka mesti pula menghormati warga negara lain sebagai tamunya. Bukankah begitu?
SI GODAM : Sebenarnya begitu! Di sana teranglah sudah bahwa Kemerdekaan manusia itu mengandung “perdamaian” buat seluruh manusia. Perdamaian itulah dasar kemakmuran. Akhirnya kemakmuran itulah pula yang menjadi dasar Kemerdekaan.

8/16/2013

PERISTIWA RENGASDENGKLOK - Dipetik dari buku "DIALEKTIKA REVOLUSI INDONESIA" - Hasjim Darif (Patria Kelana)



PERTEMUAN PEGANGSAAN TIMUR
History-fact dengan historygrafi adalah berbeda. History-fact adalah pengurnpulan: data-data peristiwa sejarah dalam artian sebenarnya. Sedangkan historygrafi adalah pemaparan sejarah, menurut kehendak penulisnya. Sejarah adalah sejarah, dan tidak boleh dipular dengan cat senang atau tidak senang terhadap kejadian itu. Sejarah bangsa akan berjalan menurut maunya hukum perkembangan masyarakat, terlepas dari suka atau tidak suka terhadap peristiwa sejarah itu. Dari bukti-bukti sejarah itu, dan untuk memenuhi dasar-dasar pemikiran pengumpulan-data yang sebenarnya, maka kami tuliskan beberapa fakta sejarah yang berlaku dalam pertemuan dijalan Pegangsaan Timur Jakarta.
Ada dua-pertemuan di Pegangsaan Timur, yaitu pertemuan diruang belakang Laboratorium-Bakteri dan yang kedua pertemuan dirumah kediaman bung Karno jalan Pegangsaan Timur 56, yang sekarang menjadi tempat TUGU PERINGATAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 Agustus 1945. Pada pagi hari jam 8.00 berkumpul beberapa orang, dari beberapa grup diatas diruang-belakang Laboratorium-Bakteri di Pegangsaan Timur, yang sekarang juga masih ditempati Laboratorium Universitas Indonesia. Dalam pertemuan itu hadir Chaerul Saleh, Darwis, Djohar Nur, Kusnandar, Soebadio, Subianto, Margono, Aidit, Sunyoto, Abubakar, Eri Soedewo, dan juga kemudian datang Wikana dan Armansyah.

8/11/2013

BENTJANA JANG MENGANTJAM DAN BAGAIMANA MELAWANNJA - LENIN – Oktober 1917


          
            KELAPARAN SEDANG MENDEKAT
Bentjana jang tak terhindari sedang mengantjam Rusia. Perusahaan kereta-api telah dikatjaukan setjara luar biasa dan pengatjauan itu terus berdjalan. Perusahaan kereta-­api akan berhenti. Pengangkutan bahan-bahan mentah dan batubara ke-pabrik-pabrik akan matjet. Begitu pula pengang­kutan gandum. Kaum kapitalis dengan sengadja dan setjara konsekwen mensabot (merusak, menghentikan, menghantjurkan, menghambat) produksi, dengan mengharap bahwa suatu bentjana jang tiada berbanding akan mengakibatkan keruntuhan republik dan demokrasi, keruntuhan Sovjet-Sovjet dan perserikatan-perserikatan kaum Proletar dan Tani pada umumnja, dengan demikian memudahkan djalan-kembali ke monarki dan pemulihan kekuasaan-unggul burdjuasi dan tuan-tanah.
Bahaja akan suatu bentjana jang keluasannja belum pernah ditjapai dimasa terdahulu dan kelaparan ada di­ ambang pintu. Semua surat-kabar sudah menulis tentang ini ber-kali-kali. Resolusi-resolusi jang sungguh sangat besar djum­lahnja telah disetudjui oleh partai-partai serta Sovjet-Sovjet Wakil-wakil Buruh, Pradjurit dan Tani — resolusi-resolusi jang mengakui bahwa suatu bentjana tak dapat dihindari lagi, bahwa bentjana itu sudah sangat dekat, bahwa tindakan-tindakan daru­rat adalah diperlukan untuk melawannja, bahwa “usaha-usaha heroic” oleh Rakjat adalah diperlukan untuk menghin­dari kehantjuran, dan sebagainja.
Setiap orang mengatakan ini. Setiap orang mengakui­nja. Setiap orang telah memutuskan bahwa keadaannja adalah demikian itu.
Namun belum ada suatu apapun jang telah diker­djakan.
Masa setengah tahun dari Revolusi telah berlalu. Ben­tjana telah lebih dekat lagi. Keadaan telah berkembang sedemikian rupa sehingga pengangguran telah mentjapai taraf massal. Pikirkanlah sadja: didalam negeri terdapat kekurangan, negeri ini sedang ditimpa tjelaka karena ke­kurangan barang, karena kekurangan kerdja, sedang di­negeri ini terdapat gandum dan bahan-bahan mentah jang tjukup banjaknja — djustru di negeri sematjam itulah, dalam saat jang begitu kritik, pengangguran massal telah timbul! Bukti lebih baik jang manakah jang dibutuhkan untuk menundjukkan, bahwa sesudah enam bulan Revo­lusi (jang setengah orang menamakannia Revolusi Besar, tetapi jang hingga kini barangkali lebih djudjur bila dinamakan Revolusi busuk), didalam sebuah republik Demokratis, dengan begitu banjak perserikatan-perserikatan, badan-badan serta lembaga-lembaga jang dengan bangga menamakan dirinja “Demokratis-Revolusioner”, sama sekali tidak ada se­suatupun jang penting sebenarnja telah dikerdjakan untuk mengelakkan bentjana, untuk mengelakkan kela­paran? Kita ini mendekati kebangkrutan dengan ketje­patan jang makin bertambah; karena perang tak akan menunggu dan menjebabkan kerusakan jang makin me­ningkat pada setiap lapangan kehidupan nasional.

8/09/2013

ORGANISASI PARTAI DAN LITERATURE PARTAI - LENIN – 13 november 1905


Keadaan baru untuk pekerdjaan kaum Sosial­-Demokrat di Rusia, sesudah kedjadian-kedjadian dibulan Oktober, telah mengetengahkan masaalah litera­tur Partai.
Perbedaan antara pers jang ilegal dan jang legal, warisan jang menjedihkan dari zaman perbudakan jang absolut, mulai menghilang di Rusia. Tetapi samasekali tidak mati. Ketika ada perbedaan antara pers jang legal dengan jang ilegal. masalah: pers Partai atau pers bukan Partai, dipetjahkan setjara terlalu sederhana, setjara salah dan diputar-balikkan setjara luar-biasa. Semua pers ilegal ketika itu adalah pers Partai: ia diterbitkan oleh organisasi-organisasi, dipimpin oleh grup-grup, jang lewat salah satu djalan berhubungan dengan grup-grup fungsionaris-fungsionaris Partai. Semua pers legal ketika itu bukan pers Partai - karena mendjadi milik Partai-Partai adalah terlarang tetapi ia “tjondong” ke Partai ini atau Partai itu.
Tak dapat dihindarkan adanja persekutuan-persekutuan ­paksaan, “perkawinan-perkawinan” abnormal, kedok-kedok jang palsu: dengan pernjataan-pernjataan jang setengah-setengah dan terpaksa dari orang-orang jang ingin menjatakan pendapatnja terhadap pandangan Partai, bertjampur­lah fikiran-fikiran jang sonder pertimbangan atau jang Pengetjut dari orang-orang jang belum melatih diri da­lam pandangan-pandangan Partai, jang hakekatnja belum orang-orang Partai. Terkutuklah masa uraian-uraian dalam bentuk dongengan-dongengan, ketidak-bebasan literer, bahasa budak. perbudakan ideologi! Proletariat te­lah mengachiri keadaan jang mengerikan, jang mentjekek segala jang hidup dan segar di Rusia Tetapi hingga sekarang Proletariat baru me­rebut separo dari Kemerdekaan Rusia.

8/03/2013

RAPOTAN HAL KONGRES-KONGRES DI MOSKOW DAN HAL KONFERENSI DI HAMBURG - SEMAOEN - 1925


(“API” ada lambat mengumumkan rapotan saudara Semaoen ini, karena barusan saja mendapat Pandu Merah yang memuat rapotan itu, berhubungan dengan pembeslaghan surat kabar tersebut).

Kepada saudara-saudara kaum Partai, saudara-saudara kaum Buruh dan Tani serta saudara Rakyat di Indonesia.

Saudara-saudara!

Pada pertengahan bulan Mei barusan saya sudah pergi dari negeri Belanda ke Moskow dan karena baru dipertengahan bulan Agustus saya kembali di negeri ini (Amsterdam), maka baru sekaranglah saya bisa mengaturkan rapotan saya pada saudara-saudara semua tentang kongres Internasional yang kejadian barusan di Moskow dan Hamburg.

Dalam organ yang kecil sebagai Pandu-Merah ini sudah tentu tidaklah bisa saya tulis rapotan panjang lebar. Disini baiklah saya rapotkan hal-hal yang penting saja dan pertama yang berhubungan lekat pada pergerakan kita di Indonesia. Dalam hal merapotkan hal-hal yag berhubungan dengan pergerakan kita itu saya akan aturkan juga beberapa pertimbangan pada saudara-saudara untuk di usahakan kalau saudara-saudara ada mufakat.

Lebih dulu saya akan merapotkan urusan-urusan penting yang sudah ditimbang-timbang dan diputus oleh: KONGRES INTERNASIONALE KOMMUNIST.

7/14/2013

SEDJARAH PAK MATOSIN - Dipetik dari buku "Sketsa Sedjarah Pak Matosin" - SEMAUN


BULAN Nopember tahun 1923 tjuatja dinegeri Belanda mulai sangat dingin. Matahari sudah bergeser kesebelah Selatan dari katulistiwa. Hari-hari dibagian Utara dari planet bumi kita mendjadi makin pendek, sedangkan malam mendjadi makin pandjang.

Djam 5 sore, remang-remang sudah mulai menjisih, terdesak oleh gelapnja malam. Lampu-lampu didjalan-djalan Rotterdam sudah dipasang terang sekali.

Matosin dengan djalan tjepat hendak masuk disalah satu cafe didekat pelabuhan. Sekonjong-konjong djas hudjannja ditarik dari belakang. Ia menengok dan disambut oleh seorang Indonesia jang masih muda dengan utjapan: "Selamat sore, selamat bertemu, saudara".

Dengan sedikit heran Matosin melihat orang muda jang sebelum itu ia tidak pernah melihat. Belum sempat bertanja, lengannja sudah dipegang oleh orang muda itu dan setjara saudaraan, seolah-olah sudah kenal lama, ia tarik Matosin kedalam cafe disebelahnja.

"Mari", adjak orang muda itu. "Saja sangat gembira mendjumpai seorang bangsa saja dinegeri asing ini. Saja akan trakteer saudara dan melandjutkan perkenalan lebih djauh".

Angin keras dinginnja menghembus kulit muka Matosin dan dengan tidak berfikir pandjang dia ikut masuk dalam cafe.

Sedang memesan bir dan santapan panas untuk dua orang, orang muda itu ketawa dan berkata kepada Matosin: "Djangan tanja nama saja, saudara. Nanti sadja saja beritahu siapa saja".

7/11/2013

MASSA-AKSI TERATUR - Dipetik dari buku "Dari Pendjara ke Pendjara", Djilid 1 - Tan Malaka - Pendjara Ponorogo, September 1947-

Jalannya Massa-Aksi, jika semua syarat sudah ada, kira-kiranya sebagai berikut:

1. Mogok umum dengan tuntutan Ekonomi.

2. Mogok Demonstrasi dengan tuntutan Ekonomi dan Politik.

3. Mogok umum dan Demonstrasi bersenjata untuk kemungkinan melawan provokasi.

4. Mogok umum dan Demonstrasi menuntut pemindahan kekuasaan.

5. Mengadakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (National Assembly).

6. Memproklamirkan Kemerdekaan dan membentuk Pemerintahan Sementara.