Translate

5/11/2015

Buku-Bukunya Sendiri, Pikiran-Pikiran Sendiri, Moraal Sendiri!

Moeso, surat kabar Proletar, 23 Juli 1925

“Dalam pergaulan kapital sekarang manusia dibagi jadi dua klas, yaitu klas buruh dan klas kapital. Kebutuhankebutuhan dua-dua klas ini tidak sama. Apa yang menguntungkan klas kapital hampir selamanya merugikan klas buruh. Apa yang menguntungkan klas buruh, hampir semua merugikan kepada klas kapital.

Apa yang baik bagi klas buruh, selamanya dipandang tidak adil oleh klas kapital. Karena itulah klas buruh dan klas kapital tidak bisa dipersatukan kekal, meskipun sama kebangsaan dan agamanya. Klas kapital mempunyai keperluan sendiri. Klas kapital mempunyai maksud sendiri, sedang klas buruh bermusuhan dengan klas kapital. Sebagaimana kambing dengan harimau tidak bisa dirukunkan, begitu juga klas buruh dan klas kapital tidak bisa dirukunkan. Dua-duanya mesti bertanding. Salah satunya mesti hancur.

4/18/2015

Pemogokan di Stooomkoffie Brandery Karangredjo di Blitar

Pada tanggal 25 November 1925 kaum buruh di Stoomkoffie Brandery Karangredjo kira-kira jam 9.30 sama didatangi oleh serombongan polisi terdiri dari asisten residen, patih, asisten wedana dan lain-lainnya, berhubung dengan tuntutannya kaum buruh di situ pada tanggal 23 ini bulan. Waktu itu juga mesin pabrik diberhentikan dan sebagian kaum buruh yang dianggap berbahaya dilepas lebih dulu, sedang yang ketinggalan di situ sama dikumpulkan dan dibujuk dengan perkataan manis-manis, agar itu tidak membikin pemogokan. Di situ patih tanya: “siapa yang akan mogok?” Lalu ada 5 pegawai yang maju dihadapan patih, yang mana mereka itu terus dituntut saja dan ditahan di algemeene polisi, tetapi lalu dilepaskan lagi, dengan ancaman jika mereka itu berjalan-jalan mendekati pabrik akan ditangkap.

Kaum Buruh dari Stoomkoffie Brandery di Blitar Bersiap

Pada hari ahad tanggal 22 November 1925, lid-lid dari Serikat Buruh Onderneming di Blitar telah mengadakan ledenvergadering dan disitu lantas ambil putusan yang besok paginya terus dikirim ke majikannya, seperti turunannya tersebut di bawah ini:



Blitar, 23 November 1925

No. 1. S.B.O.

Kepada
Yang terhormat Tuan Administrasi Stoomkoffie Brandery
Karangredjo Kota Blitar

Pemogokan Besar Buruh di Surabaya 1925

Di waktu pemogokan besar ini dimaloemkan orang mesti putar kajoen di seluruh kota Surabaya dan orang nanti bisa dapat pemandangan luas tentang pabrik mesin yang dimogoki.


Pertama, orang tidak menampak rombongan pemogok-pemogok yang berkumpul omong seperti biasanya kejadian di Holland. Kedua, orang tidak lihat polisi repot buat menjaga keselamatan kota. Tapi toh di ini saat ada kurang lebih tiga ribu orang dari perusahaan bengkel dan mesin yang mogok. Malah ada terbit pemogokan yang menurut kehendaknya sendiri, jadi tidak dipaksa.
Pemogokan kehendaknya sendiri

Pihak Perempuan Juga Harus Mengenal Politik

Penindasan kepada kaum laki-laki berarti juga penindasan kepada kaum perempuan.

 Untuk membuktikan atau membenarkan bahwa sudah seharusnya kaum perempuan itu juga turut bergerak berlomba-lomba dalam kalangan politik berdampingan membantu pada pergerakan kaum lelaki, maka di sini kami merasa perlu membentangkan pemandangan kami yang sepicik ini, walaupun sedikit, agar dapat membuka pikiran kaum kita, perempuan, yang masih daladalam kegelapan umumnya.

12/05/2014

Penuntun Kaum Buruh (Semaoen 1920 )


PENGANTAR PENULIS

Dengan ini saya mengaturkan cerita hal serikat buruh pada saudara-saudara kaum Buruh Hindia (terkarang sebelum nama Indone­sia menjelma).

Bukan maksud kita mencerita­kan hal ini dengan ilmiah, tetapi saja sengaja me­ngarang secara gampang, supaya semua kaum Buruh mengerti de­ngan segera apa maksudnya buku ini.

Terutama buat propaganda, dan buat kaum Buruh yang belum punya kumpulan serikat buruh atau serikat buruhnya belum teratur beres, maka buku ini akan mendatangkan faedahnya kalau dipikir dan diusahakan betul oleh kaum Buruh.

Meskipun ini buku penting buat kaum Buruh. Buruh khusus yang terutama, tetapi juga kaum Buruh Pemerintah bisa menarik faedah dari sini, karena mereka punya nasib dan keadaan sama saja dengan sauda­ra-saudaranya buruh khusus.

Moga-mogalah buku ini menja­di penuntun bagi kaum Buruh Hindia (Indonesia).

Semarang, Mei 1920

SEMAOEN


DAFTAR ISI

BAB I: Penyebab Di Indonesia Ada Perkumpulan

BAB II: Tiga Macam Perkumpulan Penting

BAB III: Tiga Maksud Didirikannya Serikat Buruh

BABI IV: Cita-Cita atau Asas Serikat Buruh

BAB V: Ikhtiar, Alat, dan Senjata Serikat Buruh

BAB VI: Badan atau Bentuk Serikat Buruh (Organisasi)

BAB VII: Politik Yang Berfaedah Bagi Serikat Buruh

BAB VIII: Modal Pergerakan (Contributie) dan Pengurusan Buku-Buku Perkumpulan (Administratie)

BAB IX: Pengawasan Di Dalam Perkumpulan

BAB X: Propaganda dan Para Pengurus Yang Terlantar

9/24/2013

TERKENANG SAMBUTAN KEMERDEKAAN 1957 DI REJIMEN KE-10

Terkenang Sambutan Kemerdekaan 1957 

Dalam Pasukan Rejimen Ke-10 Perasaan Pejuang Merdeka Terhadap Merdeka yang Dibolot UMNO


** Afandi **


Kawan Afandi

Menjelang hari ulang tahun ke-56 Hari Kemerdekaan, ada dua perkara membuat saya terkenang akan nostalgik yang masih segar dalam ingatan.

Perkara pertama, saya dengan amat besar hati menghadiri forum anjuran Angkatan Pembebasan Bangsa Malaysia yang bertajuk Merdeka 100% —— Sejarah Merdeka Digelapkan, kemudian menghadiri Jambori Anak Muda Radikal yang juga berkaitan dengan kemerdekaan. Ini suatu tanda golongan anak muda insaf akan nasib bangsa dan negara dan bercita-cita berjuang untuk membawa negara ke arah tanpa dasar perkauman dan semua bangsa/kaum hidup dalam keadaan harmoni dan bersatupadu yang menjadi batus asas memakmurkan dan memperkasakan negara. Ratusan hadirin bersorak dan bertepuk gemuruh tanda bersetuju dengan rumusan bahawa merdeka diperolehnya itu setengah masak, bukan merdeka 100%, dan sejarah digelapkan kerana UMNO membohong dengan mendakwa merdeka diperolehnyan melalui rundingan aman dengan penjajah, dan
menafikan jasa pihak-pihak yang mempelopori perjuangan kemerdekaan seperti PKM, PKMM, API, AWAS, BATAS, Hizbul Muslimin dan sebagainya. Dan bagaimana pun dalam Perundingan Damai di Puket, Ketua perwakilan kerajaan Datuk Rahim Nor telah membaca kenyataan kerajaan bahawa “Kerajaan tidak menafikan atau memertikaikan pernan PKM dalam kemerdekaan”. Fakta sejarah membuktikan setelah perang anti-British yang dipimpin PKM berlangsung rancak, ketika itu ramai ahli PKMM masuk UMNO dengan tujuan mendorong parti yang hanya melaung slogan Hidup Melayu tetapi tak mahu gunapakai nama Pekembar hanya mahu nama dalam bahasa Inggeris United Malays National Organisation itu supaya mahu merdeka, barulah UMNO ikut di belakang.

8/25/2013

"KARL MARX" dan "PIDATO DI MAKAM KARL MARX" - Frederick Engels

PERKENALAN

     Karya cemerlang Engels berjudul "KARL MARX" dan "PIDATO DI MAKAM KARL MARX" dalam bahasa Melayu pertama kali diterbitkan dalam daerah Gerilya oleh Pejabat Pembebasan pada 5 Mei 1978 sempena memperingati ulang-tahun ke 160 hari jadi Guru-Agung Karl Marx.

      Kedua-dua karya ini diterbitkan semula oleh Pejabat Kebenaran sempena memperingati ulang-tahun ke 100 wafatnya Karl Marx yang jatuh pada 14 Mac 1983. Dalam edisi baru ini, penterjemah membuat sedikit pembetulan keatas terjemahan setengah-tengah nama yang terdapat dalam edisi pertama dulu.

Penterjemah,
14 Mac 1983

8/21/2013

SOAL - JAWAB - TENTANG KARL MARX*


Kursus Kedua
SEKOLAH PARTI
REJIMEN KE-10 TAHUN 1983
Diterbitkan Oleh
PEJABAT KEBENARAN
1 April 1983

PERKENALAN
Kursus kedua Sekolah Parti Rejimen Ke-10 Tahun 1983 telah memulakan pada 16 Mac. Kursus kali ini khusus mempelajari dua buah karya, Frederick Engels yang memperkenalkan Marx iaitu "KARL MARX" dan "PIDATO DI MAKAM KARL MARX". Ini adalah sebagai menyahut seruan Badan Pimpinan DCCUM yang menganjurkan berbagai kesatuan dan unit mengadakan majlis peringatan dan aktiviti mempelajari dua buah karya tersebut sempena memperingati ulang-tahun ke 100 wafatnya guru agung Karl Marx yang jatuh pada 14 Mac tahun ini.
Untuk membantu Kawan-Kawan mempelajari kursus ini dengan lebih baik serta mengulang-kaji dan membuat persiapan bagi mengambil ujian, di sini diterbitkan SOAL-JAWAB berdasarkan kursus tersebut. Di samping mempelajari bahan-bahan dalam SOAL.-JAWAB ini, harap Kawan-Kawan membaca dengan sungguh-sungguh kedua-dua buah karya Engels tadi.
Jabatan Politik
Rejimen ke-10
Tentera Rakyat Malaya
31 Mac 1983

MEMPELAJARI KARYA ENGELS “KARL MARX” DAN “PIDATO DI MAKAM KARL MARX”

8/20/2013

AJARAN DARI MARX* - Lenin - 1914


       Marxism adalah system pandangan dan ajaran dari Marx. Marx adalah penerus dan perespon yang jenius (berbakat) bagi ketiga-ketiga macham aliran fikiran utama dari tiga buah negeri yang termaju didalam umat manusia abad ke-19. Ketiga-ketiga macham aliran fikiran ini adalah filasafah klasik dari German, ilmu ekonomi politikal klasik dari British dan socialism Franchis yang bersambong dengan ajaran Revolusioner yang umomnya dari Franchis. Pandangan dari Marx adalah amat sangat tegas lagi ketat dan lengkap, ini juga diakui oleh seteru Marx, pandangan-pandangan ini disimpulkan selurohnya lalu terbentok menjadi Materialism modern dan socialism saintifik modern, menjadi teori dan program bagi gerakan Buroh berbagai-bagai negeri tamaddun didunia. Sebab itu, pada sebelum kita mencheramahkan isi kandongan utama dari Marxism yaani ajaran ekonomi dari Marx, misti dicheramahkan terlebeh dulu sechara rengkas keseluroh pandangan dunia dari Marx. 

8/18/2013

MERDEKA 100% - Dipetik dari buku "Politik" - Tan Malaka - 24 November 1945


SI TOKE : Apa yang dimaksudkan dengan Merdeka 100%? Buat saya Merdeka itu tak ada batasnya.
SI GODAM : MERDEKA itu memang selalu ada batasnya. Batasnya itu pertama terhadap ke dalam. Kedua terhadap keluar.
SI TOKE : Apa artinya?
SI GODAM : Terhadap ke dalam! Bukankah tiap-tiap orang dalam negara Merdeka itu mesti menghargai Kemerdekaan tiap-tiap warga lain? Jadi tiada boleh berbuat sekehendak hatinya saja terhadap warga sejawatnya. Di sinilah terletak batasnya.
SI PACUL : Kalau begitu terhadap keluar: tiap-tiap negara Merdeka mesti pula mengakui Kemerdekaan tiap-tiap Negara Merdeka yang lain, besar atau kecil. Berapa pun kuatnya satu negara Merdeka tidaklah dia bisa berbuat sekehendak hatinya saja terhadap negara lain. Dengan begitu maka Kemerdekaan satu negara terletak pula pada Kemerdekaan negara lain, jadi arti luasnya pada suasana Kemerdekaan umumnya.
SI GODAM : Tepat, Cul! Kalau suasana Kemerdekaan itu dalam arti umum terganggu, maka lambat laun akan hilang Kemerdekaan tiap-tiap negara. Lihatlah contoh di sekitar kita dan dalam sejarah dunia! Berapapun kuat satu Negara Merdeka, yang memperkosa Kemerdekaan negara lain akhirnya ia jatuh juga!
SI TOKE : Kalau satu negara Merdeka mesti menghargai Kemerdekaan negara lain pula tentu satu warga negara Merdeka mesti pula menghormati warga negara lain sebagai tamunya. Bukankah begitu?
SI GODAM : Sebenarnya begitu! Di sana teranglah sudah bahwa Kemerdekaan manusia itu mengandung “perdamaian” buat seluruh manusia. Perdamaian itulah dasar kemakmuran. Akhirnya kemakmuran itulah pula yang menjadi dasar Kemerdekaan.

8/16/2013

PERISTIWA RENGASDENGKLOK - Dipetik dari buku "DIALEKTIKA REVOLUSI INDONESIA" - Hasjim Darif (Patria Kelana)



PERTEMUAN PEGANGSAAN TIMUR
History-fact dengan historygrafi adalah berbeda. History-fact adalah pengurnpulan: data-data peristiwa sejarah dalam artian sebenarnya. Sedangkan historygrafi adalah pemaparan sejarah, menurut kehendak penulisnya. Sejarah adalah sejarah, dan tidak boleh dipular dengan cat senang atau tidak senang terhadap kejadian itu. Sejarah bangsa akan berjalan menurut maunya hukum perkembangan masyarakat, terlepas dari suka atau tidak suka terhadap peristiwa sejarah itu. Dari bukti-bukti sejarah itu, dan untuk memenuhi dasar-dasar pemikiran pengumpulan-data yang sebenarnya, maka kami tuliskan beberapa fakta sejarah yang berlaku dalam pertemuan dijalan Pegangsaan Timur Jakarta.
Ada dua-pertemuan di Pegangsaan Timur, yaitu pertemuan diruang belakang Laboratorium-Bakteri dan yang kedua pertemuan dirumah kediaman bung Karno jalan Pegangsaan Timur 56, yang sekarang menjadi tempat TUGU PERINGATAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 Agustus 1945. Pada pagi hari jam 8.00 berkumpul beberapa orang, dari beberapa grup diatas diruang-belakang Laboratorium-Bakteri di Pegangsaan Timur, yang sekarang juga masih ditempati Laboratorium Universitas Indonesia. Dalam pertemuan itu hadir Chaerul Saleh, Darwis, Djohar Nur, Kusnandar, Soebadio, Subianto, Margono, Aidit, Sunyoto, Abubakar, Eri Soedewo, dan juga kemudian datang Wikana dan Armansyah.